Motto Persma Unesa

Kamis, 05 Agustus 2010

Karantina Penulisan Investigasi 2010

Ikuti dan jadilah investigator hebat masa kini!
Sekadar bisa menulis berita itu biasa, namun bagaimana proses penulisan investigasi baru luar biasa. Di sini kamu akan dilatih bagaimana mengelola suatu issue, menangkap maksud tersembunyi dari suatu issue, termasuk peliputan yang mendalam khas detektif untuk mengungkap suatu kebenaran pemberitaan.
Diselenggarakan di Villa Rukmini, villa sejuk di Trawas dengan arsitektur kuno dan jumlah peserta yang dibatasi hanya 20 orang membuat pelatihan ini menjadi eksklusif dan intensif dengan pembicara dari Aliansi Jurnalis Independen Surabaya yang akan membawa kita menyelami Analisis Sosial, Jurnalisme Investigasi, Jurnalisme Presisi, dan Manajemen Pers Mahasiswa.
Waktu: Jumat-Minggu, 6-8 Agustus 2010, berangkat Jumat 6 Agustus 2010 pukul 08.00 dan pulang Minggu 8 Agustus 2010 pukul 15.00.
Investasi pelatihan:
Anggota Persma Unesa: 10rb
Mahasiswa Unesa: 50rb
Mahasiswa/Umum: 75rb
Fasilitas pelatihan:
1. Villa yang sangat representatif untuk pelatihan
2. Transportasi ke dan dari tempat karantina
3. Konsumsi 5x dan snack 2x
4. Modul
5. Sertifikat
6. Outbond jurnalistik
Segera hubungi kami di 08563403331 (sms) atau 03171877791 (telepon). Mengingat terbatasnya kuota peserta untuk efektivitas pelatihan maka kami akan menutup pendaftaran sewaktu-waktu jika kuota sudah terpenuhi.
Untuk penjelasan lebih lanjut acara ini unduh TOR
Pendaftaran kirik SMS ke 08563403331 ketik: DIKLAT_NAMA_ASAL INSTANSI_ALAMAT
Informasi lain klik Persma Unesa
Karantina Penulisan Investigatif - Diklat Jurnalistik Tingkat Lanjut 2010
Lembaga Pers Mahasiswa BEM Unesa

"Loyalitas berkarya, berpedoman kebenaran."

Rabu, 28 Juli 2010

Siapa Bilang Bercerita Itu Sulit?

Bila ingin mencoba mengasah instink kewartawanan, cobalah Anda andaikan diri selayaknya seorang wartawan. Lalu, ternyata andaian itu tidak membantu apa-apa bagi kepekaan anda, ini wajar. Sebab proses kreatif kewartawanan ternyata tidak sekedar berandai-andai, butuh totalitas pemahaman kognitif dan psikomotorik.
Untuk menuju totalitas pemahaman, paling tidak, terlebih dahulu kita harus mengerti apa yang mesti kita kerjakan dengan status profesi tersebut. sebenarnya, basis dari semua proses kreatif kewartawanan tidak lain adalah bercerita. Tugas wartawanan adalah membeberkan fakta kepada siapapun yang berhak atasnya. Sayang, untuk bercerita, nyatanya tidak semudah menyebarluaskan desas-desus yang biasa kita lakukan dalam pola komunikasi konvensional : lisan. Jurnalisme ternyata punya aturan sendiri tentang “bercerita”.

PENGANTAR METODOLOGI POLLING

Oleh : Nhuda Effendi
Tak heran jika polls itu disebut bagian dari demokrasi yang tak tampak. Jelasnya, dalam pandangan Marsh, hasil polls itu bukan merupakan hasil final yang musti diikuti. Melainkan seseorang harus melihat dari sisi apa, lantas validitas data dan sampel yang digunakan dalam polls tersebut. Dari sana usaha memahami hasil polls yang benar-benar akurat dan bisa dipertanggungjawabkan, baik secara empirik maupun akademik, dapat diketahui.

PROSES KERJA JURNALISTIK

  1. Rapat Redaksi
  2. Repotase
  3. Penulisan Berita
  4. EDITING: proses memeriksa kembali naskah/tulisan untuk menyempurnakan tulisan, yang menyangkut ejaan, gaya bahasa, kelengkapan data, efektivitas kalimat, dan sebagainya. Pelaku disebut editor atau redaktur
  5. Setting dan Lay Out: proses pemilihan Setting merupakan proses pengetikan naskah yang menyangkut pemilihan jenis dan ukuran huruf. Sedangkan layout merupakan penanganan tata letak dan penampilan fisik penerbitan secara umum. Setting dan layout merupakan tahap akhir dari proses kerja jurnalistik. Setelah proses ini selesai, naskah dibawa ke percetakan untuk dicetak sesuai oplah yang ditentukan.

Sekilas Tentang Fotografi


Kata photography berasal dari kata photo yang berarti cahaya dan graph yang berarti gambar. Jadi photography bisa diartikan menggambar/melukis dengan cahaya.

Jenis-jenis kamera
Kamera film, sekarang juga disebut dengan kamera analog oleh beberapa orang.
Format film
Sebelum kita melangkah ke jenis-jenis kamera film ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu berbagai macam format/ukuran film. 
1. APS, Advanced Photography System. Format kecil dengan ukuran film 16x24mm, dikemas dalam cartridge. Meski format ini tergolong baru, namun tidak populer. Toko yang menjual film jenis ini susah dicari di Indonesia.
2. Format 135. Dikenal juga dengan film 35mm. Mempunyai ukuran 24x36mm, dikemas dalam bentuk cartridge berisi 20 atau 36 frame. Format ini adalah format yang paling populer, banyak kita temui di sekitar kita.
3. Medium format
4. Large format

Materi Diklat Dasar

PENDAHULUAN

Kemajuan teknologi komunikasi selama 50 tahun terakhir, telah membawa dampak perubahan yang luarbiasa terhadap kegiatan jurnalistik di dunia. Koran yang terbit di Paris atau New York, hari ini juga edisi Asianya bisa dibaca di Jakarta seperti halnya kita membaca Kompas. Duapuluh tahun yang lalu, koran Jakarta baru bisa dibaca di Jawa Tengah atau Jawa Timur setelah pukul 12.00 tengah hari. Selain karena faktor teknologi, waktu itu juga ada pembatasan (regulasi) dari Departemen Penerangan. Namun sekarang secara serentak, Kompas dicetak di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Makasar, Banjarmasin, Palembang dan Medan. Hingga koran Jakarta itu bisa dibaca di Lubuk Pakam, Plei Hari atau Maros, bersamaan dengan saat orang Menteng membacanya. Itu semua bisa terjadi berkat adanya teknologi komunikasi jarak jauh melalui satelit. Hingga pengiriman halaman dengan huruf dan gambar siap cetak itu bisa dilakukan dalam hitungan detik dari satu tempat ke tempat lainnya.
Teknologi digital dengan komunikasi melalui satelit, saat ini juga memungkinkan seorang jurnalis yang berada di tengah hutan belantara Zaire, Brasil atau Papua bisa memotret perang, binatang buas atau pemandangan alam, dan saat itu juga dengan bantuan Notebook, Modem dan HP, gambar-ambar itu bisa sampai ke Jakarta, Tokyo, Paris atau New York. Dan saat itu juga berita berikut fotonya sudah bisa dinikmati konsumen di seluruh dunia. Baik melalui media cetak, televisi, internet maupun SMS.
Namun kemajuan teknologi yang demikian pesatnya itu, di lain pihak juga telah mengakibatkan pendangkalan berpikir di kalangan masyarakat, yang pada saat bersamaan juga menimpa para jurnalis. Dengan adanya media televisi dan internet, maka alokasi waktu dari tiap individu untuk membaca media cetak menjadi menyusut tajam. Kalau tahun 1980an orang masih tahan untuk duduk membaca koran atau majalah selama lebih dari satu jam per hari, maka tahun 2000an alokasi waktu itu rata-rata kurang dari 0,5 jam. Tuntutan untuk serba cepat dan serba instan, pada akhirnya juga telah menumpulkan daya pikir sebagian besar jurnalis kita. Sebab untuk bisa menghasilkan karya jurnalistik yang baik, tetap diperlukan waktu dan suasana kontemplatif yang cukup.
* * *

Materi Investigasi

Oleh: Moh. Kodim*)

Investigasi sebagai suatu strategi penggalian data –untuk sebuah pemberitaan—belakangan ini menjadi diskursus yang ramai dibicarakan. Dan pada gilirannya, ia menjadi perangkat alternatif yang digemari, khususnya di kalangan pers. Perangkat yang satu ini memang punya nilai keistimewaan sendiri dibanding perangkat klasik yang dipakai selama ini. Sebab, selain pilihan obyeknya –yang dituntut punya nilai publik tinggi—ia juga mengedepankan kedalaman dan kedetailan sebuah fakta. Serta yang tak kalah penting adalah; cara ini menuntut keberanian yang luar biasa dan seorang investigator harus ekstra hati-hati selama menjalankan kerjanya. Sebab persoalan yang dihadapi cukup rumit dan mengandung resiko tinggi. Bagaimana sejarah investigasi?

Mari Menulis Biografi (untuk pengurus Persma Unesa 2010)

Menulis biografi seperti kita menceritakan tentang riwayat hidup. Bisa diri sendiri (otobiografi), bisa juga kita menuliskan untuk orang lain. Jadi penulis biografi nggak sulit kok. Ini hanya semacam komoditi dari menulis, seperti halnya puisi, cerpen, novel, atau juga artikel. Semua itu hanya jenis komoditi yang bisa kita jual kepada pembaca. Meski hampir sama dalam teknik dasar penulisannya, saya akan memberikan tip khusus yang berkaitan dengan menulis biografi (termasuk di dalamnya otobiografi).

Jumat, 16 Juli 2010

Sambutan Mendiknas: Tugas Khusus bagi UNESA





Universitas Negeri Surabaya berganti pucuk pimpinan, Prof. Dr. Muchlas Samani, MPd. terpilih sebagai rektor baru menggantikan Prof. H. Haris Supratno. Pelantikan rektor dilakukan pada Sabtu, 26 Juni 2010 pukul 11.00-12.00 WIB di Gedung Serbaguna Unesa Ketintang Surabaya. Acara pelantikan disaksikan oleh Prof. Dr. M. Nuh, DEA., Menteri Pendidikan Nasional.
Pelantikan juga dihadiri oleh para civitas akademis diantaranya, Drs. Soerono yaitu Rektor IKIP Surabaya periode 1988-1992, Prof. Hari Setiono, Mpd yaitu dosen dan Guru Besar Ilmu Keolahragaan, Drs. Heru Siswanto, M.Si yaitu Kepala Humas UNESA dan Prof. Toho. Selain itu dihadiri pula pejabat-pejabat penting dari beberapa instansi pemerintahan seperti DITNAGA DIKTI, LPMP Jatim, DPRD Jakarta, DIKNAS, Biro Kepegawaian Mendiknas, DPR RI, MUSKIPA, MUSPIDA, Gubernur, Kapolda, Podam, BIN, dan 10 LPTK di Indonesia.
Acara pelantikan rektor UNESA, Prof. Dr. Muchlas Samani, MPd. untuk masa bakti 2010–2014 dimulai dengan pembukaan, lalu menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan keputusan, pengambilan sumpah jabatan oleh Mendiknas, penandatanganan berita acara sumpah jabatan, pelantikan oleh Mendiknas RI, penandatanganan Naskah Serah Terima Jabatan, penyerahan Memorandum Akhir Jabatan, pengalungan Gordon Jabatan Rektor, Sambutan Mendiknas RI, pembacaan doa dan terakhir adalah penutupan.

NGE-CAMP DI STASIUN WONOKROMO


Deretan warung remang-remang dan pedagang kaki lima yang terletak di sebelah timur stasiun wonokromo, Surabaya, nampak tidak ada yang menarik dilihat dari kejauhan. Namun kita akan menemukan pemandangan yang berbeda jika mendekatinya dengan menyeberang lintasan kreta menuju arah timur. Disana penuh dengan wanita-wanita berbusana nyentrik berada di sekitar warung kaki lima. Di belakang warung-warung ada deretan tenda, masyarakat menyebutnya Camp. saat Persma mendekat mereka langsung menawari nyantai di tenda, istilah “nyantai” mereka gunakan untuk mengajak pelanggan masuk kedalam tenda dan melakukan seks.