Motto Persma Unesa

Rabu, 28 Juli 2010

Siapa Bilang Bercerita Itu Sulit?

Bila ingin mencoba mengasah instink kewartawanan, cobalah Anda andaikan diri selayaknya seorang wartawan. Lalu, ternyata andaian itu tidak membantu apa-apa bagi kepekaan anda, ini wajar. Sebab proses kreatif kewartawanan ternyata tidak sekedar berandai-andai, butuh totalitas pemahaman kognitif dan psikomotorik.
Untuk menuju totalitas pemahaman, paling tidak, terlebih dahulu kita harus mengerti apa yang mesti kita kerjakan dengan status profesi tersebut. sebenarnya, basis dari semua proses kreatif kewartawanan tidak lain adalah bercerita. Tugas wartawanan adalah membeberkan fakta kepada siapapun yang berhak atasnya. Sayang, untuk bercerita, nyatanya tidak semudah menyebarluaskan desas-desus yang biasa kita lakukan dalam pola komunikasi konvensional : lisan. Jurnalisme ternyata punya aturan sendiri tentang “bercerita”.

PENGANTAR METODOLOGI POLLING

Oleh : Nhuda Effendi
Tak heran jika polls itu disebut bagian dari demokrasi yang tak tampak. Jelasnya, dalam pandangan Marsh, hasil polls itu bukan merupakan hasil final yang musti diikuti. Melainkan seseorang harus melihat dari sisi apa, lantas validitas data dan sampel yang digunakan dalam polls tersebut. Dari sana usaha memahami hasil polls yang benar-benar akurat dan bisa dipertanggungjawabkan, baik secara empirik maupun akademik, dapat diketahui.

PROSES KERJA JURNALISTIK

  1. Rapat Redaksi
  2. Repotase
  3. Penulisan Berita
  4. EDITING: proses memeriksa kembali naskah/tulisan untuk menyempurnakan tulisan, yang menyangkut ejaan, gaya bahasa, kelengkapan data, efektivitas kalimat, dan sebagainya. Pelaku disebut editor atau redaktur
  5. Setting dan Lay Out: proses pemilihan Setting merupakan proses pengetikan naskah yang menyangkut pemilihan jenis dan ukuran huruf. Sedangkan layout merupakan penanganan tata letak dan penampilan fisik penerbitan secara umum. Setting dan layout merupakan tahap akhir dari proses kerja jurnalistik. Setelah proses ini selesai, naskah dibawa ke percetakan untuk dicetak sesuai oplah yang ditentukan.

Sekilas Tentang Fotografi


Kata photography berasal dari kata photo yang berarti cahaya dan graph yang berarti gambar. Jadi photography bisa diartikan menggambar/melukis dengan cahaya.

Jenis-jenis kamera
Kamera film, sekarang juga disebut dengan kamera analog oleh beberapa orang.
Format film
Sebelum kita melangkah ke jenis-jenis kamera film ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu berbagai macam format/ukuran film. 
1. APS, Advanced Photography System. Format kecil dengan ukuran film 16x24mm, dikemas dalam cartridge. Meski format ini tergolong baru, namun tidak populer. Toko yang menjual film jenis ini susah dicari di Indonesia.
2. Format 135. Dikenal juga dengan film 35mm. Mempunyai ukuran 24x36mm, dikemas dalam bentuk cartridge berisi 20 atau 36 frame. Format ini adalah format yang paling populer, banyak kita temui di sekitar kita.
3. Medium format
4. Large format

Materi Diklat Dasar

PENDAHULUAN

Kemajuan teknologi komunikasi selama 50 tahun terakhir, telah membawa dampak perubahan yang luarbiasa terhadap kegiatan jurnalistik di dunia. Koran yang terbit di Paris atau New York, hari ini juga edisi Asianya bisa dibaca di Jakarta seperti halnya kita membaca Kompas. Duapuluh tahun yang lalu, koran Jakarta baru bisa dibaca di Jawa Tengah atau Jawa Timur setelah pukul 12.00 tengah hari. Selain karena faktor teknologi, waktu itu juga ada pembatasan (regulasi) dari Departemen Penerangan. Namun sekarang secara serentak, Kompas dicetak di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Makasar, Banjarmasin, Palembang dan Medan. Hingga koran Jakarta itu bisa dibaca di Lubuk Pakam, Plei Hari atau Maros, bersamaan dengan saat orang Menteng membacanya. Itu semua bisa terjadi berkat adanya teknologi komunikasi jarak jauh melalui satelit. Hingga pengiriman halaman dengan huruf dan gambar siap cetak itu bisa dilakukan dalam hitungan detik dari satu tempat ke tempat lainnya.
Teknologi digital dengan komunikasi melalui satelit, saat ini juga memungkinkan seorang jurnalis yang berada di tengah hutan belantara Zaire, Brasil atau Papua bisa memotret perang, binatang buas atau pemandangan alam, dan saat itu juga dengan bantuan Notebook, Modem dan HP, gambar-ambar itu bisa sampai ke Jakarta, Tokyo, Paris atau New York. Dan saat itu juga berita berikut fotonya sudah bisa dinikmati konsumen di seluruh dunia. Baik melalui media cetak, televisi, internet maupun SMS.
Namun kemajuan teknologi yang demikian pesatnya itu, di lain pihak juga telah mengakibatkan pendangkalan berpikir di kalangan masyarakat, yang pada saat bersamaan juga menimpa para jurnalis. Dengan adanya media televisi dan internet, maka alokasi waktu dari tiap individu untuk membaca media cetak menjadi menyusut tajam. Kalau tahun 1980an orang masih tahan untuk duduk membaca koran atau majalah selama lebih dari satu jam per hari, maka tahun 2000an alokasi waktu itu rata-rata kurang dari 0,5 jam. Tuntutan untuk serba cepat dan serba instan, pada akhirnya juga telah menumpulkan daya pikir sebagian besar jurnalis kita. Sebab untuk bisa menghasilkan karya jurnalistik yang baik, tetap diperlukan waktu dan suasana kontemplatif yang cukup.
* * *

Materi Investigasi

Oleh: Moh. Kodim*)

Investigasi sebagai suatu strategi penggalian data –untuk sebuah pemberitaan—belakangan ini menjadi diskursus yang ramai dibicarakan. Dan pada gilirannya, ia menjadi perangkat alternatif yang digemari, khususnya di kalangan pers. Perangkat yang satu ini memang punya nilai keistimewaan sendiri dibanding perangkat klasik yang dipakai selama ini. Sebab, selain pilihan obyeknya –yang dituntut punya nilai publik tinggi—ia juga mengedepankan kedalaman dan kedetailan sebuah fakta. Serta yang tak kalah penting adalah; cara ini menuntut keberanian yang luar biasa dan seorang investigator harus ekstra hati-hati selama menjalankan kerjanya. Sebab persoalan yang dihadapi cukup rumit dan mengandung resiko tinggi. Bagaimana sejarah investigasi?

Mari Menulis Biografi (untuk pengurus Persma Unesa 2010)

Menulis biografi seperti kita menceritakan tentang riwayat hidup. Bisa diri sendiri (otobiografi), bisa juga kita menuliskan untuk orang lain. Jadi penulis biografi nggak sulit kok. Ini hanya semacam komoditi dari menulis, seperti halnya puisi, cerpen, novel, atau juga artikel. Semua itu hanya jenis komoditi yang bisa kita jual kepada pembaca. Meski hampir sama dalam teknik dasar penulisannya, saya akan memberikan tip khusus yang berkaitan dengan menulis biografi (termasuk di dalamnya otobiografi).

Jumat, 16 Juli 2010

Sambutan Mendiknas: Tugas Khusus bagi UNESA





Universitas Negeri Surabaya berganti pucuk pimpinan, Prof. Dr. Muchlas Samani, MPd. terpilih sebagai rektor baru menggantikan Prof. H. Haris Supratno. Pelantikan rektor dilakukan pada Sabtu, 26 Juni 2010 pukul 11.00-12.00 WIB di Gedung Serbaguna Unesa Ketintang Surabaya. Acara pelantikan disaksikan oleh Prof. Dr. M. Nuh, DEA., Menteri Pendidikan Nasional.
Pelantikan juga dihadiri oleh para civitas akademis diantaranya, Drs. Soerono yaitu Rektor IKIP Surabaya periode 1988-1992, Prof. Hari Setiono, Mpd yaitu dosen dan Guru Besar Ilmu Keolahragaan, Drs. Heru Siswanto, M.Si yaitu Kepala Humas UNESA dan Prof. Toho. Selain itu dihadiri pula pejabat-pejabat penting dari beberapa instansi pemerintahan seperti DITNAGA DIKTI, LPMP Jatim, DPRD Jakarta, DIKNAS, Biro Kepegawaian Mendiknas, DPR RI, MUSKIPA, MUSPIDA, Gubernur, Kapolda, Podam, BIN, dan 10 LPTK di Indonesia.
Acara pelantikan rektor UNESA, Prof. Dr. Muchlas Samani, MPd. untuk masa bakti 2010–2014 dimulai dengan pembukaan, lalu menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan keputusan, pengambilan sumpah jabatan oleh Mendiknas, penandatanganan berita acara sumpah jabatan, pelantikan oleh Mendiknas RI, penandatanganan Naskah Serah Terima Jabatan, penyerahan Memorandum Akhir Jabatan, pengalungan Gordon Jabatan Rektor, Sambutan Mendiknas RI, pembacaan doa dan terakhir adalah penutupan.

NGE-CAMP DI STASIUN WONOKROMO


Deretan warung remang-remang dan pedagang kaki lima yang terletak di sebelah timur stasiun wonokromo, Surabaya, nampak tidak ada yang menarik dilihat dari kejauhan. Namun kita akan menemukan pemandangan yang berbeda jika mendekatinya dengan menyeberang lintasan kreta menuju arah timur. Disana penuh dengan wanita-wanita berbusana nyentrik berada di sekitar warung kaki lima. Di belakang warung-warung ada deretan tenda, masyarakat menyebutnya Camp. saat Persma mendekat mereka langsung menawari nyantai di tenda, istilah “nyantai” mereka gunakan untuk mengajak pelanggan masuk kedalam tenda dan melakukan seks.

SAMPAI KAPANKAH KAU BERTAHAN DI KOTA PAHLAWANKU?

Sejak diresmikannya tugu pahlawan di kota Surabaya, yaitu pada 10 Nopember 1952 oleh presiden Ir.Soekarno, sejak itu Surabaya memiliki Ikon kebanggaan yang merupakan penghormatan terhadap pertempuran Arek-arek Surabaya merebut kekuasaan dari sekutu. Tugu pahlawan berdiri megah di tengah kota Surabaya sebagai saksi bisu perkembangan kemajuan Surabaya semenjak 59 tahun yang lalu. Kini keberadaan tugu sebagai ikon kota Surabaya menjadi kebanggan bagi seluruh warga Surabaya nampak gagah.
Menoleh pada proses pembangunan Tugu Pahlawan bertujuan, yaitu pembangunan untuk mengabadikan semangat kepahlawanan rakyat Surabaya dalam melawan sekutu yang ingin menguasai Surabaya. Perlawanan tersebut dikenal dengan pertempuran 10 Nopember 1945 yang diperkuat dengan penetapan pemerintah tahun 1946 No 9/UM yaitu surat penetapan pemerintah RI tentang pertempuran 10 Nopember 1945. Kota Surabaya sebagai kota pahlawan yang hanya satu di Indonesia. Pemrakarsa tugu pahlawan adalah Bpk. Doel Arnowo yang merupakan kepala daerah kota Surabaya. Beliau salah satu pejuang kemerdekaan , beliau juga sebagai pencetus pembuatan monumen tugu pahlawan dengan beserta para panitia penyelenggara. Pemrakarsa pembangunan tugu pahlawan adalah Ir. Soekarno. Maka diadakan sayembara yang diikuti beberapa arsitek dan pemenangnya dalah Ir. R. Suratmoko. Pembangunan nmonuman tugu pahlawan baru dapat dilaksanakan 10 Februari 1952. Pembangunan berlangsung selama 10 bulan. Pengerjaanya dilakukan siang dan malam. Akhirnya tepat pada peringatan hari pahlawan 10 Nopember 1952 diresmikan oleh Ir. Soekarno selaku presiden pertama RI.

MASJID AL AKBAR SURABAYA (MAS)


MASJID AL AKBAR SURABAYA (MAS)
(hasil hunting calon anggota LPM Unesa 2010)

Masjid Al Akbar Surabaya (MAS), merupakan satu dari dua ikon kota Surabaya selain Tugu Pahlawan. Masjid ini berdiri pada sebuah area yang terletak antara wilayah Kecamatan Jambangan dan Kecamatan Gayungsari Surabaya. MAS memiliki arsitekur yang unik, terdapat satu kubah besar dan empat kubah limas dengan ukuran yang lebih kecil. Terdapat pula sebuah menara setinggi 99 meter yang melambangkan asmaul husna. Masjid yang memiliki luas area 22.300 meter persegi ini dapat menampung sekitar 60.000 jama’ah. MAS merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara.

Selamat Atas Terbentuknya Kepengurusan Baru Lembaga Pers Mahasiswa BEM Unesa 2010


DAFTAR PENGURUS LEMBAGA PERS MAHASISWA BEM UNESA 2010
Dewan Etik:
Anditya Sentana Maulana 063214001 Matematika/2006
Andik Mariono 068554283 Pend. Ekonomi/2006
Achmad Fawaid 064274043 Pend. Sejarah/2006
Pimpinan Umum:
Achmad Ridlo 065514062 Elektro/2006
Sekretaris Umum:
Muchammad Tamyiz 083234012 Kimia/2008
Bendahara Umum:
Duwi Mukarromah 094564054 Sosiologi/2009
Pimpinan Redaksi:
Aditiya 075413201 Elektro/2007
Redaktur Pelaksana:
Moh. Alfathollah 093244202 Biologi/2009
Sekretaris Redaksi:
Wiwit Setyoyati 094704001 PMPKn/2009
Staf Redaksi:
Ardi Rifai 093224010 Fisika/2009
Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Organisasi (RPO):
Iis Susanti 078574067 Manajemen/2007
Sekretaris RPO:
Anis Khumaidah 094274253 Pend. Geografi/2009
Staf RPO:
Dyta Ragellya 094704023 Hukum/2009
Kepala Divisi Produksi dan Usaha:
Moh. Ali Masruf 095524019 Teknik Mesin/2009
Sekretaris Produksi:
Lailatul Fauziyah 095524034 Teknik Mesin/2009
Staf Design:
Aisia Ulfa Sofyana 093174051 Matematika/2009
Afriza C 088574089 Manajemen/2008
Staf Fotografi:
Irma N 082154219 Sastra Inggris/2008
Welo Wungkar Yugiswara 088574222 Manajemen/2008
Nizar Ghulam F 085514005 Teknik elektro/2008

"Loyalitas dalam berkarya, berpedoman pada kebenaran."

Daftar Nama Calon Anggota Pers Mahasiswa 2010 yang terverifikasi


Nama_NIM_Jurusan/Angkatan
Oktaria Rakhmawati_094704008_PMPKn/2009
Wiwit Setyoyati_094704001_PMPKN/2009
Dyta Ragellya_094704023_Hukum
Ardi Rifai _093224010_Fisika/2009
Moh. Ali Masruf_095524019_Teknik Mesin/2009
Lailatul Fauziyah_095524034_Teknik Mesin/2009
Moh. Alfathollah_093244202_Biologi/2009
Ajeng Dewi Arnika_Matematika
Anis Khumaidah_094274253_Pend. Geografi/2009
Rivatul Hidayah_072154012_Sastra Inggris/2007
Moch. Solikhudin_075413241_Tek. Elektro/2007
Aditiya_075413201_Elektro/2007
Aisia Ulfa Sofyana _093174051_Matematika/2009
Abdul Hamid_074284005_Pendidikan Sejarah/2007
Iffah Hidayatur Rohmah _074564014_Sosiologi/2007
Muchammad Tamyiz _083234012_Kimia/2008
Abdul Wadi _084564238_Sosiologi/2008
Evi Nur Azizah_072074024_Pend. Bhs. Indonesia/2007
Farisah Nur Shadrina_092154005_Sastra Inggris/2009
Eni Nurhayati_072074007_Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia/2007
Welo Wungkar Yugiswara_088574222_Manajemen/2008
Dhimas Rajavy S_098574098_FE/2009
Masruuhah_083234204_Kimia/2008
Lely Nuryanti_098694245_Akuntansi/2009
Arief Hanafi_094564002_Sosiologi/2009
Duwi Mukarromah_094564054_Sosiologi/2009
Irma N_082154219_Sastra Inggris/2008
Istiqomah_083194218_Kimia/2008
Iis Susanti_078574067_Manajemen/2007
Nizar Ghulam F_085514005_Teknik elektro/2008
Afriza C_088574089_Manajemen/2008
Fashihullisan_094564051_Sosiologi/2009
Syarifuddin_Keperawatan
Dari daftar nama yang telah disebutkan di atas dimohon agar segera mengajukan promosi jabatan/pos kerja yang sesuai dengan minat masing-masing dengan menghubungi nomor contact person Panitia Open Recruitment.
Terima kasih.