Motto Persma Unesa

Jumat, 16 Juli 2010

Sambutan Mendiknas: Tugas Khusus bagi UNESA





Universitas Negeri Surabaya berganti pucuk pimpinan, Prof. Dr. Muchlas Samani, MPd. terpilih sebagai rektor baru menggantikan Prof. H. Haris Supratno. Pelantikan rektor dilakukan pada Sabtu, 26 Juni 2010 pukul 11.00-12.00 WIB di Gedung Serbaguna Unesa Ketintang Surabaya. Acara pelantikan disaksikan oleh Prof. Dr. M. Nuh, DEA., Menteri Pendidikan Nasional.
Pelantikan juga dihadiri oleh para civitas akademis diantaranya, Drs. Soerono yaitu Rektor IKIP Surabaya periode 1988-1992, Prof. Hari Setiono, Mpd yaitu dosen dan Guru Besar Ilmu Keolahragaan, Drs. Heru Siswanto, M.Si yaitu Kepala Humas UNESA dan Prof. Toho. Selain itu dihadiri pula pejabat-pejabat penting dari beberapa instansi pemerintahan seperti DITNAGA DIKTI, LPMP Jatim, DPRD Jakarta, DIKNAS, Biro Kepegawaian Mendiknas, DPR RI, MUSKIPA, MUSPIDA, Gubernur, Kapolda, Podam, BIN, dan 10 LPTK di Indonesia.
Acara pelantikan rektor UNESA, Prof. Dr. Muchlas Samani, MPd. untuk masa bakti 2010–2014 dimulai dengan pembukaan, lalu menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan keputusan, pengambilan sumpah jabatan oleh Mendiknas, penandatanganan berita acara sumpah jabatan, pelantikan oleh Mendiknas RI, penandatanganan Naskah Serah Terima Jabatan, penyerahan Memorandum Akhir Jabatan, pengalungan Gordon Jabatan Rektor, Sambutan Mendiknas RI, pembacaan doa dan terakhir adalah penutupan.
Sambutan Mendiknas
Prof. Dr. M. Nuh, DEA., Menteri Pendidikan Nasional memberikan sambutan dalam pelantikan rektor UNESA tersebut. Beliau menyoroti pentingnya perguruan tinggi untuk secara terus menerus meningkatkan kualitas dunia akademik dan kemuliaan dalam interaksi sosialnya, serta menjadi pelopor dalam melahirkan generasi yang memiliki kecerdasan teknis dan kecerdasan sosial, generasi yang terbebas dari technical idiot dan socio idiot.
Lebih lanjut beliau menjelaskan UNESA termasuk salah satu Universitas besar dan terbaik khususnya di bidang kependidikan yang dimiliki bangsa ini, ditandai dengan berbagai prestasi, kontribusi dan peran selama ini. Kepercayaan agar prestasi dan kontribusi tersebut terus ditingkatkan adalah wajar, sebab UNESA yang dilahirkan pada 19 Desember 1964 pukul 08.00 WIB, di jalan Kayoon 72-74 Surabaya, adalah memang mengemban amanah menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan tenaga kependidikan yang sangat dibutuhakan oleh bangsa Indonesia. Menteri Pendidikan Nasional juga menjabarkan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan khususnya kualitas guru, baik dari sisi pembinaan guru-guru yang ada sekarang ini maupun penyiapan guru ke depan.
Beliau menambahkan dari data yang ada jumlah guru sekarang ini sekitar 2,6 juta orang dengan kualitas beragam. Dari jumlah ini sekitar 1,5 juta orang (57,4%) harus ditingkatkan kualifikasinya menjadi D4/S1 dan sekitar 2,0 juta orang (78,9%) harus dilakukan sertifikasi. Anggaran pendidikan saat ini adalah 200 T dimana 140 T (70%) dari total anggaran pendidikan ditujukan untuk guru dan dosen. Anggaran pendidikan 20 T (10%) ditujukan untuk beasiswa yaitu BOS dan POM sedangkan sisanya 40 T (20%) ditujukan untuk pengembangan pembangunan pendidikan. Besarnya anggaran pendidikan yang diserap oleh guru dan dosen menyebabkan pentingnya kontribusi guru dan dosen dalam dunia pendidikan.
Prof. Dr. M. Nuh, DEA., juga menyoroti beberapa hal penting. Pertama, peningkatan kualifikasi dan kompetensi dosen. Dari 885 dosen UNESA, baru 12,8% yang bergelar S3 (doktor) dan jumlah Profesornya baru 4,9%. Ini perlu ditingkatkan jumlahnya, misalnya dengan membangun kerjasama dengan luar negeri. Kedua, perlu diperkuat pusat kajian unggulan yang bisa menjadi “Think-Thank” atau “Center of Excellence” yang bisa memberi sumbangan nyata pada kebijakan nasional dimana kompetensi sebagai tugas utama.
Ketiga, perlu lebih banyak memberi kesempatan pada putra-putri terbaik untuk masuk di UNESA dengan menyediakan beasiswa terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan finansial. Keempat, perlu mulai merintis pengintegrasian SD-SMA dan Ujian Nasional SMA ke dalam sistem ujian masuk UNESA. Beliau menyampaikan pesan Bapak Presiden yakni tentang penting dan mendesaknya pendidikan karakter, jati diri kepribadian atau akhlak dengan memberikan perhatian lebih dalam membangun school culture dan university culture, budaya akademik yang dijiwai dengan kemuliaan kepribadian.
Program Kerja
Prof. Dr. Muchlas Samani, MPd. terpilih menjadi rektor setelah melalui proses perizinan dari Mendiknas, tiga calon rektor yang terpilih diajukan ke Mendiknas kemudian diserahkan ke presiden. Presiden akhirnya menetapkan Muchlas Samani sebagai rektor baru UNESA untuk periode 2010-2014. Keputusan Presiden (kepres) yang menetapkan Muchlas Samani sebagai rektor baru turun pada 10 Juni lalu.
Alumnus S3 Kependidikan Universitas Negeri Jakarta 1991 tersebut mempunyai program–program kerja untuk pengembangan UNESA yang siap dijalankan. Program pengembangan UNESA diantaranya pengembangan pola perkuliahan yaitu berupa e-lerning yang terpadu dengan e-library, pembinaan guru dengan mengembangkan Continuing Professional Teachers Development, mengembangkan penelitian strategis melalui professorship dengan melibatkan mahasiswa S1/S2/S3 dalam rangka menyusun skripsi/tesis/disertasi atau tugas dalam matakuliah tertentu.
Mantan Pembantu Rektor IV UNESA tersebut juga akan berusaha untuk mengembangkan jejaring dengan Pemerintah Daerah dan instansi lain di Indonesia, mengembangkan kehidupan kemahasiswaan yang dinamis dan kreatif, mengembangkan jejaring internasional dengan menjadi anggota aktif Asia Univewrsity Network dan US-Indonesia Teacher College (USINTEC) sehingga dapat melakukan penelitian bersama dan pertukaran mahasiswa dan dosen serta meningkatkan sarana-prasarana dan kenyamanan kampus.
Aksi di Luar Gedung
Persiapan keamanan acara pelantikan dilakukan oleh pihak UNESA dengan bekerjasama dengan Polsek Gayungan dan satpam UNESA. Koordinasi antara kedua satuan tersebut dilakukan agar suasana tetap kondusif sepanjang acara pelantikan. Satpam UNESA terdiri dari tiga regu yang masing-masing berjumlah tujuh personil. Terbukti hingga acara selesai tidak ada kejadian serius yang menghambat proses pelantikan.
Saat acara pelantikan berlangsung, di luar Gedung Serbaguna Unesa Ketintang, mahasiswa-mahasiswa yang tergabung dalam organisasi BEM UNESA mengadakan aksi damai dengan membawa poster-poster yang berisi tuntutan diantaranya bertuliskan “ Rektor Baru Naik ≠ SDP / SPP Naik”, “ Jangan Ada Dusta Diantara Kita, Bapak Rektor” dan “ Rektor Baru Dilarang Korupsi”.
Saat akan memasuki halaman gedung acara pelantikan anggota BEM UNESA dicegat oleh beberapa dosen dan satpam. Dr. Nurhasan, M.Kes. selaku pembantu rektor II angkat bicara dengan menjelaskan aksi tersebut harus dihentikan karena dianggap dapat menggangu acara pelantikan dan merusak citra UNESA.
Beliau menambahkan lebih baik dilakukan dialog langsung dengan rektor baru untuk mengungkapkan hal-hal yang perlu dibahas dengan disaksikan oleh Menteri Pendidikan Nasional. Di lain pihak, Ahmad Ridho dari Fakultas Teknik yang menjabat sebagai Menteri Departemen Luar Negeri BEM UNESA menjelaskan bahwa anggota BEM UNESA akan memilih opsi kedua dalam aksi tersebut, yaitu masuk ke gedung untuk melakukan dialog langsung serta membagikan selebaran di luar gedung sebagai bentuk penyaluran aspirasi. (Santi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar